Pages

Minggu, 01 Agustus 2010

Terserah rindu saja

Kutitip rindu pada sesajakan tumbang di tebang malam
Rindu menggeliat diantara rerumpun kata
Menyisakan delerai duka pada tetes airmata yang mengalir diantara jenak-jenak diamku
Tangisan kata tumpah menyeruak memecah keheningan
Membasahi jiwaku yang kering kerontang

Jika pada tiap nada tersirat cinta
Dan cinta harus dengan kata
Maka, aku pasti diam saja!

Ah, kebingungan ini adalah pilihan demi merenda makna pada robekan dunia

Carilah di tengah pecahan hidup yang terserak di mana tempat ada,

Lalu, rinduku bagaimana?
Bata-Bata, 2008

Tidak ada komentar:

Posting Komentar